Rabu, 13 Juli 2016

Jodoh menurut islam | Jodoh dalam islam

Jodoh menurut agama islam itu penting sekali untuk di ketahui.Lebih lagi yang sekarang ini masih membujang dan masih bimbang menentukan arah ke depan tentang bagaimana menentukan pasangan hidup yang tepat untuk bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga.

Memilih jodoh janganlah sembarangan saudaraku... Karena dengan dia kita nanti akan susah dan sengang bersamanya.

Yuk kita cari  tahu, bagaimana sih memilih pasangan hidup sesuai dengan ajaran Islam.Tips ini kami sarikan dari buku "Sejak memilih,Meminang hingga menikah " yang ditulis oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah

Syariat islam yang suci mengajarkan untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup,karena berumah tangga bukan untuk waktu tertentu saja lalu bubar,Tidak seperti nikah mut'ah.

Hendaklah pernikahan itu untuk selama-lamanya hingga akhir hayat.Tujuan dari berhati-hati adalah agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari,lalu banyak fihak yang akan terdzolimi seperti anak anak.

Seorang muslim dan muslimah harus selalu ingat bahwa pasangannya kelak adalah orang yang dengan kerelaannya,Allah akan menyempurnakan separuh dari agamanya.

Ia pula harus ikhlas bersama-sama berjuang untuk menyempurnakan separuh imannya lagi.Oleh karena itu ia harus memiliki kriteria yang sesuai dengan yang dianjurkan oleh syariat.

Jika prosesnya cukup lama,maka bersabarlah wahai saudaraku.Sikap dan tindakan yang tepat dalam masa-masa penantian dan pencarian calon pasangan adalah :

-- Memanfaatkan masa-masa tersebut untuk membina diri kita sendiri untuk menjadi dambaan pasangan yang kita cari,karena sudah menjadi sebuah sunatullah bahwa pribadi yang baik akan diminati oleh pribadi yang baik pula:

Allah Ta'ala berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”. (QS. An Nur: 26)

Sumber: https://muslim.or.id/8759-syiah-mencela-ummul-mukminin-aisyah.html

--Menjadikan waktu tersebut sebagai kesempatan yang tepat untuk berdoa,intropeksi diri,dan selalu berprasangka baik kepada Allah,dan tidak berputus asa dari rahmat-nya.

Disini kami akan paparkan secara singkat kriteria jodoh menurut islam 


A. Kriteria Calon isteri
1. Memilih agama dan akhlaknya baik.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”
 HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446, dari Abu Hurairah.

Sumber: https://rumaysho.com/816-kriteria-wanita-idaman.html

2.Shalihah
Tanda tandanya adalah : tidak melihat,mendengar atau mengatakan apa-apa yang diharamkan,dan tidak berjalan ke tempat yang diharamkan.

Ia bagaikan bidadari yang dipingit,tidak sembarangan orang mampu mendapatkan hatinya.Ia adalah perhiasan yang tiada tara keindahannya.Dan ia gemar menolong suaminya dalam perkara akherat.

3.Al Waduud (penyayang) dan al Waluud (Berasal dari keturunan yang banyak anak) 

4.Mengutamakan wanita yang masih gadis terutama bagi mereka lelaki yang masih lajang.
 Seorang gadis biasanya akan memberikan kecintaannya secara penuh kepada laki-laki yang pertama kali ia kenal,tidak membanding-bandingkannya dengan laki-laki lain yang pernah hadir dalam kehidupannya.

lalu bagaimana dengan janda? tidak mengapa karena anjuran menikahi seorang gadis bukan berarti sebuah larangan untuk menikahi seorang janda. Usia yang terpaut jauhpun tidak berbahaya,Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menikahi khadijah radhiallahu anha yang ketika itu terpaut usia 15 tahun.

5.Mendahulukan orang yang jauh (dalam kekerabatan) dalam perkawinan

Islam mengharamkan nikah dengan mahram,ternyata ini mengandung hikmah yang besar.Dari segi kedokteran,hal ini dapat menyebabkan turunnya gen-gen lemah yang terakumulasi pada anaknya sehingga dapat meningkatkan resiko cacat ataupun penyakit keturnan secara genetika.

Disamping itu,mendahulukan orang yang jauh kekerabatannya dapat memperluas hubungan sosial.Apalagi disana ada unsur-unsur yang mendukung untuk memperluas jaringan dakwah kepada agama Allah.

baca juga : kriteria wanita idaman

B. KRITERIA CALON SUAMI

1.Seorang mukmin dengan akidah yang lurus dan taat dalam beragama

Kaum muslimin dilarang menikahkan wanita muslimah dengan semua orang kafir baik orang Yahudi, Nashrani, penyembah berhala (paganis) atau lainnya. Karena mereka tidak diperbolehkan menikahi wanita muslimah walaupun muslimah tersebut seorang fasiq.

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang-orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.[al-Baqarah/2:221)


Sumber: https://almanhaj.or.id/2633-nikah-dengan-orang-kafir.html

Tanda bahwa ia lelaki yang patut dipertimbangkan adalah,Ia rajin tak pernah ketinggalan shalat berjamaah di masjid

2.Berakhlak baik dan kuat agamanya

Lelaki yang bertaqwa dan berakhlaq baik akan memperlakukan isterinya dengan baik,sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.

Jika dia mencintainya maka dia akan memuliakannya,dan jika ia menyukainya ia tidak akan mendzaliminya.Ia akan tetap berbuat baik kepadanya karena jika ia tidak menyukai satu kelakuan isterinya maka ia akan menyukai kelakuan baiknya yang lain.

Ia akan mampu menjalankan kewajibannya memimpin keluarga ,menjadi teladan yang baik di lingkungannya,dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang suami bagi isterinya dan sebagai ayah yang baik bagi anak-anaknya.

Ia akan menjaga kehormatan keluarganya dengan berusaha keras menjamin kebutuhan rumah tangganya.
Cara untuk mengetahui agama dan akhlak calon suami adalah dengan mengamati kehidupannya sehari-hari atau dengan bertanya kepada sahabatnya dan orang-orang disekitarnya.Sesungguhnya seseorang itu akan berada di atas agama teman dekatnya.

3.Dari keturunan yang baik dan sehat jasmani rohani

4.Diutamakan bukan dari kerabat dekat

5.Utamakan yang kufu'
kufu' yakni setara kedudukannya,terutama dalam permasalahan agama.Tujuannya adalah agar seorang wanita tidak tersia-siakan sehingga hidup menderita.

6.Mencintai dan menerima calon isterinya apa adanya
Yang terpenting adalah kecintaannya itu tidak membutakan ia dari kebenaran.Adapun jika cinta itu belum tumbuh sempurna di sanubari dan ia mengakui akan hal itu,tapi ia hendak berusaha untuk saling memupuk kecintaan tersebut dalam keluarga nanti,maka semoga Allah menanamkan kecintaan kepada pasangan yang ikhlas ini.

Baca juga : kriteria pria yang layak dijauhi

Demikianlah sahabat muslim beberapa kriteria jodoh menurut islam yang dapat kami paparkan dalam kesempatan ini.Mohon kritik dan saran agar tulisan ini menjadi lebih baik.

Anda bisa membaca tentang Jodoh menurut islam di buku aslinya.Dapat anda beli di sini
hanya 7.000 rupiah !!

hormat kami
IAS GROUP Fabrication
Hanafi Widya Wilastra

Hanafi Widya

About Hanafi Widya

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :